Makalah biologi kelas 2 SMA dan ALIYAH



KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Penguasa Alam, karena dengan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Sholawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari jaman kegelapan menuju jaman terang benderang dan yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di hari kiamat. Amin…
Beribu terimakasih tak lupa kami sampaikan kepada para orang tua serta ibu/bapak guru yang telah membimbing dan mendo’akan kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan lancar.
Adanya pembuatan makalah Struktur dan Fungsi Sel Pada Sistem Regulasi Manusia ini semoga dapat menjadi sarana belajar dan berbagi dari kami kepada pembaca dengan maksud agar kami serta pada pembaca menjadi lebih giat belajar. Semoga dengan adanya makalah ini para pembaca maupun kami sendiri diberi kemudahan dalam memahami serta menguasai isi materi dan dalam kegiatan belajar mengajar yang lain.
Kedepannya semoga makalah ini dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi kami maupun bagi orang lain. Amin…




Ponorogo, 06 Pebruari 2019
Tim Penyusun



   Kelompok


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………….......
2

DAFTAR ISI ………………………………………………………...
3

BAB I   PENDAHULUAN ………………………………………….
4

Latar Belakang Masalah ………………………………….....
4

Rumusan Masalah …………………………………………...
4

Tujuan …………………………………………………….....
5

BAB II   PEMBAHASAN …………………………………………..
6

Definisi sistem regulasi ……………………………………...
6

Pengertian sistem saraf ……………………………………...
6

Mekanisme penghantar impuls ……………………………...
14

Gerak refles dan gerak biasa ………………………………...
16

Fungsi saraf pada manusia …………………………………..
16

Gangguan dan kelainan pada saraf ……………………….....
17

Sistem indera pada manusia …………………………………
18

Kelainan pada sistem indera manusia ……………………….
25

BAB III   PENUTUP ……………………………………………......
27

Kesimpulan …………………………………………………
27

Saran ………………………………………………………..
27

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………….....
28




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibanding dengan makhluk lainnya. Manusia dikatakan sempurna karena manusia diberi anugerah berupa akal pikiran oleh Allah SWT.
Tuhan begitu teliti dalam menciptakan makhluk-Nya. Tuhan menciptakan makhluk-Nya mulai dari bagian terkecil hingga bagian yang dapat dilihat dengan kasat mata oleh mata manusia. Begitu besar kuasa Tuhan, tiada yang dapat menandingi segala apa yang Ia ciptakan.
Tuhan menciptakan alam semesta beserta seisinya. Tuhan jugalah yang telah menghidupkan, mengatur dan menjaga alam semesta beserta seisinya. Layaknya peredaran alam semesta yang telah diatur oleh Sang Pencipta, begitu pula dengan tubuh manusia.
Didalam tubuh manuisa terdapat jutaan sel yang menyusun serta mengatur tubuh manusia. Sel merupakan bagian terkecil makhluk hidup. Selain sel ada pula bagian-bagian lain dari tubuh manusia yang juga berperan penting dalam kehidupan manusia. Bagian-bagian tersebut seperti saraf dan indera manusia. Untuk mengetahui lebih mendalam mari kita bahas bagian tersebut satu persatu.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan sistem regulasi pada manusia?
Apa yang dimaksud dengan sistem saraf?
Bagaimana mekanisme penghantar impuls yang terjadi pada sistem saraf?
Apa yang dimaksud dengan gerak refleks dan gerak biasa?
Apa fungsi dari saraf pada manusia?
Gangguan dan kelainan apa saja yang dapat terjadi pada saraf?
Apa yang dimaksud dengan sistem indera pada manusia?
Kelainan apa saja yang dapat terjadi pada sistem indera manusia?
Tujuan
Mengetahui definisi dari sistem regulasi.
Mengetahui pengertian dari sistem saraf.
Menjelaskan tentang mekanisme penghantar impuls.
Mengetahui pengertian gerak refleks dan gerak biasa.
Mengetahui fungsi dari saraf pada manusia.
Mengetahui gangguan dan kelainan pada saraf.
Mengetahui pengertian dari sistem indera pada manusia.
Mengetahui kelainan yang terjadi pada sistem indera pada manusia.


BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Sistem Regulasi
Sistem regulasi disebut juga dengan sistem koordinasi. Sistem regulasi merupakan sistem yang berfungsi untuk mengatur seluruh proses kerja yang terjadi pada sistem organ atau organ-organ lain yang ada pada tubuh manusia agar dapat berjalan dan bekerja secara efisien, serasi dan sesuai dengan fungsinya.
Sistem regulasi pada manusia dibedakan menjadi dua, yaitu sistem regulasi yang dilakukan oleh sistem saraf dan sistem endokrin (hormonal). Dari keduanya memiliki beberapa perbedaan salah satu perbedaan tersebut adalah sistem regulasi yang dilakukan oleh sistem saraf berlangsung secara cepat dalam menanggapi adanya perubahan lingkungan yang memerlukan tanggapan segera. Sedangkan sistem regulasi yang dilakukan oleh sistem endokrin berlangsung lebih lambat dari pada yang dilakukan oleh sistem saraf namun sistem regulasi yang dilakukan oleh sistem endokrin dapat berjalan lebih teratur.

Pengertian Sistem Saraf







Saraf merupakan serat serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat. Sistem saraf merupakan sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Adanya sistem saraf memungkinkan makhluk hidup dapat tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
Sistem saraf dibangun oleh jutaan sel-sel saraf yang memiliki bentuk bermacam-macam yang disebut neuron. Neuron merupakan satuan kerja utama dari sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulasi (rangsangan).

Adapun bagian-bagian dari sel saraf (neuron) yaitu :
Dendrit, adalah serabut saraf pendek dan bercabang-cabang dan merupakan perluasan dari badan sel. Berfungsi untuk menerima dan menghantarkan rangsangan ke badan sel.
Badan sel, adalah bagian paling besar dari sel saraf yang mengandung inti sel dan sitoplasma. Berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson.
Neurit (akson), adalah tonjolan sitoplasma yang panjang, biasanya hanya ada satu pada setiap neuron. Berfungsi menjalarkan impuls saraf agar meninggalkan badan sel saraf untuk menuju neuron atau jaringan lainnya.
Selubung Mielin, adalah sebuah selaput yang banyak mengandung lemak. Berfungsi melindungi akson dari kerusakan.
Sel Schwann, adalah jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk akson dan membantu regenerasi akson.
Nodus ranvier, berfungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf.
Sinapsis, adalah pertemuan antara ujung akson di sel saraf satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya. Pada ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson, berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter yang berupa asetilkolin dan kolinesterase. Berfungsi dalam menyampaikan impuls saraf pada sinapsis.

Berdasarkan fungsinya sel saraf dapat dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya yaitu :
Neuron (sel saraf) sensorik, berfungsi membawa rangsang dari daerah tepi (perifer  tubuh) ke saraf pusat yaitu otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Badan sel saraf ini memiliki bentuk bergerombol sehingga membentuk ganglion (simpul saraf), memiliki akson yang pendek dan dendrit yang panjang.
Sel saraf motorik, berfungsi membawa rangsang dari saraf pusat ke efektor (otot ataupun kelenjar) yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf ini terletak di sistem saraf pusat. Sel saraf ini memiliki dendrit yang pendek dan akson yang panjang.
Neuron konektor, berfugsi menghubungkan antara neuron yang satu dengan neuron yang lain.
Interneuron (sel saraf intermediet) atau neuron adjustor/asosiasi, yaitu sel saraf penghubung antara neuron sensorik dengan neuron motorik di sumsusm tulang belakang dan otak. Sel saraf ini terdapat di sel saraf pusat. Sel saraf ini memiliki dendrit yang pendek dan akson yang panjang dan pendek.
Ketiga jenis neuron ini disusun secara khusus sehingga mampu menanggapi berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitar.

Sistem saraf pada manusia dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
Sistem Saraf Pusat
Sel saraf pusat pada manusia terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
Otak (ensefalon)
Otak merupakan alat tubuh paling penting yang berperan sebagai pusat pengatur segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga kepala yang dilindungi oleh tulang tengkorak (kranium), selaput otak (meninges), dan cairan otak (cairan serebrospinal). Otak memiliki permukaan yang tidak rata karena adanya belahan-belahan otak (lobus), gelang-gelang otak (girus), dan alur-alur otak (fisura). Otak berperan sebagai saraf pusat sadar.

Otak dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
Otak Depan (Prosensefalon)
Otak depan manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
Otak besar (Telensefalon/Cerebrum).
Merupakan bagian terbesar dari otak manusia, yang memiliki dua buah belahan (hemisfer) yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Belahan kanan berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan organ tubuh sebelah kiri sedangkan belahan kiri berfungsi mengatur seluruh kegiatan organ tubuh bagian kanan. Otak besar memiliki dua bagian yaitu bagian terluar/permukaan dari otak besar yang disebut korteks serebral/cerebrum dan bagian dalam (medulla) otak besar.
Bagian luar pada otak besar berwarna abu-abu karena banyak mengandung badan sel saraf. Bagian korteks cerebrum dibagi menjadi tiga area, yaitu area sensorik yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi, area yang berfungsi mengendalikan koordinasi otot rangka, dan area asosiasi yang berkaitan dengan ingatan, memori, kecerdasan, nalar/logika, dan kemauan.

Korteks cerebrum memiliki empat buah lobus, yaitu :
Lobus olfaktori/frontalis (bagain depan), pada bagian kepala manusia berada di dahi. Berfungsi sebagai pengendali aktivitas mental, pusat pembau dan pusat berpikir.
Lobus oksipitalis (bagian belakang), pada bagian manusia berada di bagian belakang kepala. Berfungsi sebagai pusat penglihatan.
Lobus parientalis (bagian antara depan dan belakang), pada manusia berada bagian ubun-ubun. Berfungsi sebagai pusat motorik.
Lobus temporalis (bagian samping), pada manusia berada di bagian pelipis. Berfungsi sebagai pusat pengecapan dan pendengaran.

Pada bagian dalam (medulla) otak besar berwarna putih karena banyak mengandung dendrit dan akson. Bagian ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal dari bagian korteks cerebrum ke bagian lain atau antara korteks cerebrum dan bagian lain dari sistem saraf pusat.

Diencephalaon
Merupakan bagian otak yang terletak di bagian atas batang otak dan di depan otak tengah. Diencephalon dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
Thalamus, berperan sebagai stasiun pemancar (stasiun relay) bagi impuls sampai di otak dan medulla spinalis dan pusat integrasi sinaptik untuk proses preliminary dari semua input sensori yang menuju korteks, dengan menyeleksi sinyal-sinyal yang tidak sesuai dan menyalurkan impuls-impuls sensori yang penting ke daerah yang tepat pada korteks somatosensori dan daerah otak yang lain.
Hipothamulus, merupakan suatu kumpulan nuclei khusus dari serabut intregasi yang memiliki berbagai fungsi homeostatic yang penting dan berperan sebagai penghungung penting antara sistem saraf otonom dengan sistem endokrin. Hipothamulus berfungsi sebagai pusat pengaturan suhu tubuh, selera makan, keseimbangan cairan tubuh, rasa lapar, sexualitas, watak, dan emosi.

Otak Tengah (Mesencephalon)
Otak tengah manusia berbentuk kecil dan tidak terlalu mencolok, terletak di depan cerebellum dan  jembatan varol (pons varol). Berperan dalam gerak refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan pendengaran.

Otak Belakang (Rhombensefalon)
Merupakan bagian otak yang terletak di belakang otak besar. Otak belakang manusia tersusun atas dua bagian utama, yaitu :
Otak kecil (cerebellum), merupakan bagian yang berkerut di bagian belakang otak yang terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Diantara kedua belahan otak kecil terdapat suatu bagian yang berisi serabut saraf yang disebut jembatan varol (pons varoli) yang berfungsi menghantarkan impuls dari bagian kiri dan kanan otak kecil, menghubungkan korteks otak besar dengan otak kecil, dan antara otak otak depan dengan sumsum tulang belakang. Otak kecil berfungsi sebagai pusat keseimbangan tubuh.
Sumsum lanjutan/batang otak (medulla oblongata), meupakan bagian otak yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang. Berfungsi untuk  mengontrol berbagai proses penting dalam tubuh manusia, seperti bernapas, mengatur denyut jantung, tekanan darah, sekresi ludah, mencerna makanan, membuang kotoran, dll.

Sumsum tulang belakang/tali spinal (medulla spinalis)
Merupakan tali putih kemilau yang terletak di dalam saluran ruas-ruas tulang belakang (kolumna vertebralis) yaitu ruas tulang belakang sampai dengan tulang pinggang yang ke dua, yang tersusun atas ribuan sel saraf (neuron) dan diselubungi oleh selaput pembungkus (mininges).
Sumsum tulang belakang terdiri dari dua bagian. Pertama yaitu bagian luar yang berwarna putih karena tersusun oleh akson dan dendrit yang diselubungi oleh myelin. Bagian ini mengelilingi bagian dalam sumsum yang berwarna abu-abu, bagian ini berisi serabut-serabut saraf spinal yang datang dari bagian abu-abu dan serabut saraf yang berada di sepanjang sumsum tulang belakang yang menghubungkan saraf spinal dengan otak.
Kedua yaitu bagian dalam yang berwarna abu-abu, berbentuk seperti kupu-kupu. Pada bagian ini terdapat saluran tengah (kanal sentral) yang disebut dengan ventrikel yang didalamnya terdapat cairan serebrospinal yang berhubungan dengan rongga ventrikel dalam otak. Selain itu terdapat pula dua akar saraf, yaitu akar dorsal yang berisi saraf sensorik ke arah punggung, dan akar ventral yang berisi saraf motorik (eferen) yang mengarah ke perut.

Sumsum tulang belakang memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu :
Menghubungkan impuls dari saraf sensorik ke otak atau sebaliknya.
Menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik.
Mengatur gerak refleks yang terjadi pada tubuh.

Sistem Saraf Tepi (Sistem Saraf Perifer)
Merupakan serabut saraf dan ganglion (kumpulan badan sel saraf disepanjang serabut saraf) yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ tubuh, dimana sistem saraf tepi akan menghantarkan impuls menuju saraf pusat melalui serabut saraf sensorik dan menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor (otot dan kelenjar) melalui serabut saraf motorik.
Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
Sistem Saraf Sadar (Somatik)
Adalah sistem saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar (diperintah oleh otak). Sistem saraf sadar dibagi menjadi dua, yaitu :
Sistem saraf pada otak (Saraf Kranal).
Merupakan serabut saraf yang berpusat pada otak dan keluar dari otak menuju ke organ tertentu. Sistem saraf ini memiliki 12 pasang saraf otak yang terdiri atas saraf motorik, saraf sensorik, dan saraf campuran (saraf motorik dan sensorik). Agar lebih jelas, perhatikan tabel berikut :
NO
NAMA SARAF
JENIS SARAF
FUNGSI


Olfaktorius
Sensorik
Mencium bebauan


Optikus
Sensorik
Melihat


Okulomotorius
Motorik
Mengerling


Trokearis
Motorik
Menggerakkan bola mata


Trigeninus
Motorik
Mengunyah



Sensorik
Merasakan rasa sakit, tekanan, pedas, dan suhu


Abdusen
Motorik
Menggerakkan bola mata


Fasialis
Motorik
Mengatur mimik muka



Sensorik
Mengecap rasa


Vestibuloakustikus
Sensorik
Keseimbangan dan mendengar


Glosofaringus
Motorik
Menelan



Sensorik
Mengecap rasa

10.
Vegus
Motorik
Menelan dan sekresi getah lambung



Sensorik
Merasakan sakit dan lapar

11.
Asesorius
Motorik
Bicara dan menggerakkan kepala

12.
Hipoglosus
Motorik
Bicara, mengunyah, dan menelan


Sistem saraf sumsum spinalis (Saraf Spinal).
Merupakan serabut saraf yang berpusat pada susmsum tulang belakang dan keluar dari sumsum tulang belakang menuju organ tertentu. Sistem saraf ini memiliki 31 pasang saraf sumsum tulang belakang, untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut :
NO
JUMLAH SARAF
MEDULA SPINALIS DAERAH
TUJUAN

1.
8 Pasang
Serviks
Kulit kepala, leher, dan otot tangan

2.
 12 Pasang
Punggung
Organ-organ dalam

3.
5 Pasang
Lumbal / Pinggang
Paha

4.
5 Pasang
Sakral / Kelangkang
Otot betis, kaki, dan jari kaki

5.
1 Pasang
Koksigeal
Sekitar tulang ekor


Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom)
Adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf ini mengatur organ-organ tubuh yang bekerja secara otomatis/spontan seperti denyut jantung, tekanan darah, dll. Sistem saraf otonom berdasarkan sifat kerjanya dibagi menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang memiliki sifat antagonis (cara kerja yang berlawanan).
NO
BAGIAN TUBUH YANG TERPENGARUH
PENGARUH DARI SISTEM SARAF



SIMPATETIK
PARASIMPATETIK

1.
Arteri
Memperkecil diameter (konstriksi)
Memperbesar diameter (dilatasi)

2.
Bronkiolus
Dilatasi
Konstriksi

3.
Iris (Pupil)
Dilatasi
Konstriksi

4.
Jantung
Mempercepat detak
Memperlambat detak

5.
Kantong seni
Konstraksi
Relaksasi

6.
Kelenjar air mata
-
Merangsang pengeluaran air mata

7.
Kelenjar air ludah
-
Sekresi air ludah

8.
Lambung
 Mempercepat peristaltik
Memperlambat peristalsik

9.
Penis
Merangsang ereksi
Menghambat ereksi

Saraf simpatik, yaitu sistem saraf yang fungsinya untuk mengkondisikan tubuh dalam keadaan siap/siaga, seperti mengatur denyut nadi. Saraf ini memiliki gangion yang terletak disepanjang tulang belakang ang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga serabut pra-ganglion yang pendek dan serabut post ganglion yang panjang.

Saraf parasimpatik, yaitu sistem saraf yang fungsinya untuk mengkondisikan tubuh dalam keadaan istirahat, seperti menurunkan denyut jantung. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Saraf ini memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post ganglion yang pendek.

Mekanisme Penghantar Impuls
Impuls merupakan rangsangan yang diterima oleh reseptor dan dibawa oleh neuron berupa loncatan aliran listrik. Pada sistem saraf terdapat tiga komponen yang harus dimiliki agar dapat menaggapi suatu impuls atau rangsangan. Tiga komponen tersebut diantaranya yaitu :
Reseptor, yaitu alat yang berperan untuk menerima impuls. Pada manusia terdapat panca indera yang berperan sebagai reseptor.
Penghantar impuls, yang di perankan oleh saraf.
Efektor, yaitu bagian yang menaggapi rangsangan yang telah dihantarkan oleh penghantar impuls. Pada manusia terdapat otot dan kelenjar yang berperan sebagai efektor.

Impuls yang datang dapat dihantarkan melalui dua cara, yaitu :
Penghantaran Impuls melalui Sel Saraf
Penghantar impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui akson dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif berada di bagian luar dan kutub negatif berada di bagian dalam. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indera menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf.
Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengan 120 m per detik, tergantung pada diameter akson serta ada tidaknya selubung myelin. Bila impuls telah lewat maka serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat), untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik.
Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah.

Penghantaran Impuls melalui Sinapsis
Setiap terminal akson yang membengkak akan membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam tonjolan sinapsis yang ada di sitoplasma terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis, kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter (suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis) berupa asetilkolin.
Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.

Gerak Refleks dan Gerak Biasa
Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Gerak dibedakan menjadi dua, yaitu:
Gerak Refleks
Gerak refleks adalah gerak yang terjadi secara spontan, tidak disadari, dan secara tidak sengaja. Impuls yang menyebabkan gerak disampaikan melalui jalan yang singkat. Adanya gerak refleks bertujuan untuk menghindari adanya rangsangan yang membahayakan bagi tubuh. Rangsangan gerak refleks diolah oleh sumsum tulang belakang.
Gerak refleks dibagi menjadi dua, yaitu gerak refleks kranal (gerak yang terjadi di bagian kepala misalnya bersin dimana jalur rangsangan ini hanya melibatkan sebagian kecil dari otak) dan gerak refleks spinal (gerak yang terjadi pada anggota tubuh yang lain, dimana jalur rangsangan hanya melibatkan sumsum tulang belakang saja).
Jalannya rangsangan pada gerak refleks seperti apa yang ada pada gambar berikut :



Gerak Biasa
Gerak biasa adalah gerak yang  terjadi secara spontan atau disadari. Rangsangan yang terjadi pada gerak biasa di olah oleh otak. Untuk lebih midah dalam memahami perhatikan gambar berikut :




Fungsi Saraf Pada Manusia
Sistem saraf mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Adapun tiga fungsi utama dari sistem saraf pada manusia yaitu :
Sebagai alat komunikasi antar tubuh serta antar tubuh dengan dunia luar. Yaitu dengan menerima dan meneruskan rangsangan yang diterima dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh.
Sebagai pengendali atau pengatur kerja organ tubuh sehingga dapat berfungsi sebagaimana fungsinya masing-masing, seperti kulit yang dapat menafsirkan (menginterpretasi) atau merasakan ragsangan yang berasal dari udara yang dingin maupun merasakan permukaan benda yang kasar.
Sebagai pusat pengendali tanggapan atau reaksi tubuh terhadap perubahan lingkungan sekitar, yaitu dengan memberikan reaksi berupa sekresi kelenjar maupun kontraksi otot.

Melalui ketiga fungsi itulah sistem saraf melaksanakan perannya yaitu sebagai pengatur dan pengkoordinasi seluruh aktivitas yang ada dalam tubuh.

Gangguan dan Kelainan Pada Saraf
Beberapa penyakit baik dari bakteri maupun virus yang ada di sekitar kita dapat menyerang tubuh kita termasuk pada sistem saraf. Adapun beberapa gangguan yang dapat terjaadi pada sisitem saraf diantaranya yaitu :
Parkinson, merupakan penyakit tremor atau gemetar pada tangan akibat dari ketidak seimbangan zat kimia dalam sistem saraf yang menyebabkan gerakan menjadi lambat dan otot menjadi kaku.
Alzheimer, kelainan yang terjadi karena menurunnya kemempuan berpikir, sehingga kehilangan kemempuan untuk mengingat.
Neuritis, merupakan iritasi pada neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin. Keracunan, atau karena tekanan.
Epilepsi, kelainan pada neuron-neuron di otak yang menyebabkan penderitanya tidak dapat merespon rangsangan hal ini dapat terjadi karena kelainan metabolisme, infeksi, toksin, atau kecelakaan.
Geger Otak, dapat terjadi karena adanya cidera pada otak yang cukup parah.
Afasia, hilangnya daya ingat karena adanya kerusakan yang terjadi pada otak besar bagian tengah.
Sistem Indera Pada Manusia
Indera merupakan kumpulan dari berbagai reseptor yang membentuk organ. Reseptor merupakan sel saraf sensorik (penerima rangsang) yang tersebar di seluruh permukaan tubuh dan menjadi satu membentuk alat indera. Alat indera berfungsi menerima impuls atau rangsangan. Sedangkan kumpulan dari alat indera akan membentuk sistem indera.

Terdapat beberapa reseptor (sel saraf sensorik) yang membentuk alat indera, antara lain yaitu :
Fotoreseptor, yaitu sel saraf sensorik penerima rangsang cahaya.
Kemoreseptor, yaitu sel saraf sensorik penerima rangsang zat kimia.
Thermoreseptor, yaitu sel saraf sensorik penerima rangsang suhu.
Mekanoreseptor, yaitu sel saraf sensorik penerima rangsang fisik.

Berdasarkan asal stimulus yang diterima reseptor dibagi menjadi dua bagian yaitu :
Eksteroreseptor, yaitu reseptor yang dapat menerima dan mendeteksi stimulus yang datang dari luar lingkungannya. Seperti yang terdapat pada mata, hidung, telinga, kulit, dan lidah.
Interoreseptor, yaitu reseptor yang dapat menerima stimulus dari dalam lingkungannya. Seperti sel saraf yang menerima rangsang tekanan darah.

Macam-macam alat indera manusia ada lima, yaitu :
Indera Penglihat (Mata)








Indera penglihat (mata) berperan sebagai fotoreseptor (penerima rangsang cahaya) dan berfungsi sebagai alat pengenal warna dan bentuk. Mata terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh tulang tengkorak dan dilindungi oleh alis, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata.
Adapun bagian dari mata beserta fungsinya seperti pada tabel berikut.
NO
BAGIAN MATA
KETERANGAN

1
Sklera
Pengertian
Lapisan terluar dari mata, berwarna putih, tidak tembus cahaya dan keras.



Fungsi
Melindungi struktur mata, mempertahankan bentuk bola mata, sebagai tempat melekat bagi otot.

2
Kornea
Pengertian
Lapisan bening, transparan, tembus cahaya, merupakan lapisan paling depan dari sklera yang terlihat menonjol.



Fungsi
Tempat cahaya masuk, menerima cahaya yang masuk dan membantu merefleksikan dan memfokuskan bayangan pada retina.

3
Konjungtiva
Pengertian
Selaput transparan yang terdapat pada kornea mata.



Fungsi
Melindungi kornea dari gesekan.

4
Koroid
Pengertian
Lapisan yang terletak dibawah sklera dan merupakan lapisan tengah pada bola mata, berwarna cokelat kehitaman hingga hitam, mengandung banyak pembuluh darah dan melanin.



Fungsi
Menghentikan refleksi cahaya yang menyimpang di dalam mata. Penyedia makanan bagi bagian lain dari mata. 

5
Iris/selaput pelangi
Pengertian
Bagian yang mengandung pigmen mata.



Fungsi
Mengendalikan ukuran pupil.

6
Pupil
Pengertian
Bagian depan dari lapisan koroid yang sedikit terbuka.



Fungsi
Mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk di dalam bola mata, 

7
Retina atau selaput jala
Pengertian
Lapisan paling dalam dari mata yang tersusun atas reseptor cahaya berupa sel batang dan sel kerucut.



Fungsi
Menangkap bayangan benda.

8
Lensa mata
Pengertian
Bagian dari mata yang terletak dibelakang pupil, berbentuk bikonveks dan diikat oleh jaringan ikat ligamen suspensor.



Fungsi
Memfokuskan benda/objek pada jarak yang berbeda.

9
Aqueous humor
Pengertian
Cairan yang terdapat di balik kornea.



Fungsi
Menjaga bentuk kantong depan bola mata.

10
Vitreous humor
Pengertian
Cairan berupa jeli jernih yang terdapat dibelakang lensa mata.



Fungsi
Menyokong lensa dan menolong dalam menjaga bentuk bola mata.

11
Bintik kuning (fovea)
Pengertian
Bagian retina mata yang paling peka terhadap cahaya karena mengandung banyak saraf dan sel kerucut.



Fungsi
Memperjelas bentuk benda.

12
Bintik buta
Pengertian
Bagian retina yang tidak peka terhadap cahaya karena tidak mengandung sel kerucut, sel sarf, dan sel batang.



Fungsi
Tempat masuk dan berbeloknya barkas saraf menuju ke pusat saraf.



Indera Pendengar (Telinga)









Indera pendengar (telinga) berperan sebagai fonoreseptor (penerima rangsang getaran bunyi) dan statoreseptor (tempat indera keseimbangan). Bunyi atau suara yang dapat kita dengar merupakan hasil dari geratan yang ditangkap oleh sel saraf yang terdapat pada telinga.
Pada intinya struktur telinga dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
Telinga Bagian Luar
Terdiri dari daun telinga (pinnae) yang berfungsi sebagai penerima dan mengumpulkan gelombang suara, liang/lubang telinga dan saluran telinga luar (saluran auditori) yang berfungsi menyalurkan gelombang udara yang diterima dari daun telinga ke membrane timpani (gendang telinga) dan membantu mengkonsentrasikan gelombang suara vibrasi.

Telinga Bagian Tengah
Telinga bagian luar terisi oleh udara dan berfungsi pengatur keseimbangan tubuh dan terdiri dari beberapa bagian diantaranya yaitu :
Membran Timpani (Gendang/selaput telinga), merupakan pembatas antara telinga luar dan telinga tengah berupa selaput tipis dan berfungsi untuk menangkap getaran suara yang masuk serta untuk meneruskan vibra ke osikula.
Tulang-tulang pendengar yang berjumlah tiga buah yang berfungsi untuk meneruskan getaran/vibrasi ke jendela oval, yaitu :
Tulang martil (os malleus), yaitu tulang yang menempel pada gendang telinga.
Tulang landasan (os incus), yaitu tulang yang menghubungkan tulang martil dan tulang sanggurdi.
Tulnag sanggurdi (os stapes), yaitu tulang yang menempel pada rumah siput.
Saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan faring atau bagian belakang tenggorokan maka dari itu orang yang terkena flu pendengarannya terganggu. Berfungsi menjaga keseimbangan tekanan udara antara telinga tengah dan saluran telinga.

Telinga Bagian Dalam
Pada telinga bagian dalam terdapat sederet ruanng dan cairan (limfa). Pada intinya telinga bagian dalam terbagi atas dua bagian dengan fungsi yang berbeda, yaitu bagian atas dan bagian bawah.
Bagian atas terdapat tiga saluran setengah lingkaran yaitu saluran (kanalis) semisirkuler yang memiliki dasar menggembung yang disebut ampula serta utrikulus yang berfungsi sebagai alat kesimbangan dan reseptor gravitasi. Bagian bawah telinga dalam terdapat saluran berupa rumah siput (koklea), yang berfungsi sebagai reseptor untuk gerakan kepala.

Indera Pencium/Pembau (Hidung)







Indera pencium/pembau (hidung) berperan sebagai kemoreseptor (penerima rangsang bau berupa gas) yang dilakukan oleh sel olfaktori. Hidung terlindungi oleh tulang rawan yang terdapat pada wajah manusia.
Pada rongga hidung bagian atas terdapat ujung ujung sel saraf pembau yang sangat sensitive terhadap rangsangan zat kimia berupa gas dan uap. Sel saraf pembau dilengkapi dengan rambut halus pada bagian ujungnya dan terdapat lapisan lender yang berfungsi sebagai pelembab.
Manusia dapat mendeteksi bau yang ada dengan menggunakan reseptor yang terletak pada kedua epitel olfaktori di dalam rongga hidung. Bau atau rangsangan yang diterima akan masuk ke selaput lender yang mengandung sel pembau yang terdapat ujung sel saraf pembau atau saraf kranal (nervus alfaktorius) yang kemudian akan bergabung membentuk serabut-serabut saraf pembau untuk menjalin dengan serabut otak (bulbus alfaktorius), hingga rangsangan sampai ke otak dan direspon oleh otak.

Indera Pengecap/Perasa (Lidah)









Indera pengecap/perasa (lidah) yang berperan sebagai kemoreseptor (penerima rangsang zat terlarut). Pada lidah manusia terdapat berbagai reseptor yang memiliki fungsi berbeda-beda. Reseptor yang menerima berbagai  rasa pada lidah adalah reseptor khusus.
Pada lidah reseptor-reseptor yang dapat menerima rasa disebut kuncup rasa. Pada kuncup rasa yang berada di celah-celah tonjolan lida disebut papila. Papila pada lidah manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu :
Papila sirkumvalata, merupakan papila yang memiliki ukuran paling besar dan berbentuk cincin, berupa huruf V yang terdapat pada pangkal.
Papila filiformis, merupakan papila yang berbentuk seperti benang atau rambut yang letaknya menyebar pada seluruh permukaan lidah dan berfungsi untuk menerima rasa sentuh darirasa pengecapan.
Papila fungiformis, merupakan papila berbentuk seperti jamur/palu (martil) yang terdapat pada tepi dan ujung lidah.

Reseptor pada lidah dapat mendeteksi rasa yang berbeda-beda, diantaranya yaitu :
 Rasa pahit yang reseptornya terletak di pangkal lidah.
 Rasa manis yang reseptornya terletak di ujung lidah.
 Rasa asin yang reseptornya terletak di tepi lidah.
 Rasa asam yang reseptornya terletak di samping lidah bagian depan.

Pada lidah manusia terdapat dua kelompok otot, yaitu :
Otot intrinsik, yang berfungsi melakukan semua gerakan lidah dan otot ekstrinsik.
Otot ekstrinsik, yang berfungsi mengaikan lidah pada bagian-bagian sekitarnya.

Indera Peraba (Kulit)







Indera peraba (kulit) yang berperan sebagai tangoreseptor (penerima rangsang sentuhan). Pada kulit manusia terdapat beberapa macam reseptor, reseptor yang diterima oleh kulit dapat berupa mekanoreseptor dan termoreseptor.

Reseptor yang terdapat pada kulit diantaranya yaitu :
Korpuskula paccini, merupakan reseptor yang terdapat dibawah lapisan dermis, berfungsi menerima rangsangan berupa tekanan yang sangat kuat dan memiliki fungsi yang sama dengan korpuskula vater.
Korpuskula raffini, merupakan reseptor yang terdapat pada lapisan dermis, berfungsi menerima rangsang berupa panas.
Korpuskula meisner, merupakan reseptor yang terdapat  dipermukaan kulit yang berfungsi menerima rangsang berupa sentuhan.
Korpuskula krause, merupakan reseptor yang terdapat di lapisan dermis yang berfungsi menerima rangsangan berupa suhu dingin.

Pada kulit manusia terutama pada ujung jari telunjuk, telapak tangan, terlapak kaki, samping kiri kanan leher terdapat banyak ujung saraf peraba.

Kelainan Pada Sistem Indera Manusia
Adanya kelainan dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus dapat menyerang sistem indera pad manusia. Penyakit dan kelainan tersebut diantaranya yaitu :

Pada Indera Penglihat (Mata)
Buta Warna, disebabkan karena adanya kerusakan pada sel kerucut yang berfungsi mengenali warna yang terdapat pada objek yang dilihat. Buta warna dibagi menjadi dua, yaitu buta warna dikromat (buta warna sebagian) dan buta warna monokromat, yaitu orang yang hanya bisa membedakan antara warna hitam dan putih atau bayangan kelabu saja.
Mata Tua (Presbiopi), kelainan yang terjadi karena objek yang ditangkap dari jarak jauh maupun dekat bayangannya tidak jatuh di retina hal ini dikarenakan faktor usia dan ketidak lenturan lensa mata. Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa rangkap dua.
Katarak, cacat pada mata yang disebabkan oleh pengapuran pada lensa mata sehingga daya akomodasi mata berkurang.

Pada Indera Pendengar (Telinga)
Tuli Saraf, gangguan yang disebabkan oleh putusnya tali pendengaran.
Tuli Konduktif, gangguan yang disebabkan oleh sobeknya gendang telinga, saluran telinga, atau penyumbatan oleh minyak serumen.
Presbikusis, kerusakan pada sel saraf pendengaran yang pada umumnya terjadi pada usia manula.
Otosklerosis, kelainan pada tulang telinga sanggurdi yang ditandai dengan gejala tinitus (dering pada telinga) ketika usia penderita masih kecil.

Pada Indera Pencium/Pembau (Hidung)
Sinusitis, peradangan pada sinus yang terjadi pada rongga-rongga hidung.
Influenza (flu), penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Adanya penyakit ini ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan terkadang suhu tubuh meningkat.

Pada Indera Pengecap (Lidah)
Glossopyrosis, penyakit pada lidah yang ditandai dengan gejala lidah terasa perih dan terbakar tanpa adanya sebab, hal ini bisa terjadi apabila kita menggunakan obat kumur dalam jangka waktu panjang.
Glosoptosis, penyakit yang terjadi pada lidah berupa lidah yang tertarik ke belakang. Pennyakit ini sangat berbahaya terutama bagi anak-anak karena lidah pada penderita dapat menutup saluran pernapasan, yang apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan kematian.
Atrophic Glossitis, suatu penyakit yang dapat mengakibatkan lidah kehilangan kemampuan untuk mendeteksi rasa. Penyakit ini dapat disebabkan oleh kurangnya zat besi pada tubuh.
Sariawan, gejala erosi pada lapisan epitel di mulut yang dapat mengakibatkan timbulnya rasa perih ketika makan. Salah satu penyebab munculnya penyakit ini adalah karena kekurangan vitamin A.
Pada Indera Peraba (Kulit)
Dermatitis, penyakit peradangan pada kulit dan ditandai dengan kulit yang membengkak, memerah, dan gatal-gatal.
Panu, penyakit yang disebabkan oleh jamur kulit dan dapat menimbulkan rasa gatal terutama saat tubuh mengeluarkan keringat.
Kudis, penyakit yang disebabkan oleh tungau yang dikenal dengan nama Sarcoptes scabiel yang dapat menyebabkan penderita merasakan gatal-gatal.




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tuhan menciptakan manusia dengan begitu sempurna, dan detail bahkan pada bagian terkecil sekalipun. Bagian terkecil pada manusia merupakan sel, namun walaupun begitu sel merupakan salah satu bagian paling penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Dalam tubuh manusia terdapat sel saraf yang berkumpul sehingga membentuk sistem saraf. Sel saraf dibagi menjadi dua bagian, yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensorik. Adanya sistem saraf pada manusia sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia. Adanya sistem saraf dapat memungkinkan manusia menjalani aktivitas hidupnya dengan baik.
Dengan adanya sistem saraf manusia dapat bergerak, merasakan perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitar, panca indera yang ada pada manusia dapat berfungsi dengan baik karena adanya sistem saraf. Adanya sistem saraf jugalah yang mengakibatkan tubuh dapat merespon dengan baik apayang terjadi pada lingkungan dan pada tubuh manusia sendiri.

Saran
Hidup merupakan suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Maka sudah sepantasnya kita mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita. Manusia diberi anugerah berupa akal oleh Tuhan, dan sudah sepantasnya manusia dapat menjaga dan menggunakan anugerah tersebut dengan baik.
Selain akal, penciptaan manusia juga di sempurnakan dengan adanya panca indera serta adanya sel-sel yang mengatur tubuh manusia, maka dari itu kita wajib mensyukuri anugerah tersebut dengan cara menjaga dan menggunakannya dengan baik,
Kita dapat menjaga tubuh serta panca indera dan apa yang ada pada tubuh kita dengan cara mengatur pola makan kita serta rajin melakukan olahraga agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat menyerang tubuh.
DAFTAR PUSTAKA

Bauman, R. and Steve, D. 1991. Human dan Anatomy and Physiology, Laboratory Textbook. Whittier Publications Inc, United States of America.
Campbell, Reece, Mitchel. 2005. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Pack, P. E. 2001. Biology 2nd Edition CliffsAP. Hungry Minds, Inc. New York.
Rae-Dupree, J. and Pat. 2007. Anatomy and Physiology for Dummies. Wiley Publishing Inc., Indiana.
Sinaga, E. dan Melva Silitonga. 2011. Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia. Medan: UNIMED Press
Bening Sarwini, dkk. 2018. Biologi untuk SMA/MA kelas XI Semester 2. Klaten : CV VIVA PAKARINDO

Sumber lain :

http://wong168.wordpress.com/2011/04/12/sistem-saraf-manusia/
http://iqbalali.com/2007/04/29/sistem-syaraf/
http://zaifbio.wordpress.com/2010/01/14/sistem-saraf-manusia/
http://www.scribd.com/doc/44832747/Kelainan-Dan-Penyakit-Sistem-Saraf-Manusia
https://www.google.com/search?q=sel+saraf+dan+bagianbagiannya&client=fir efoxa&rls=org.mozilla:en-US:official&channel.
http://www.google.com

Komentar